KYAI DAN POLITIK

A. Irvan Hasbullah, SH.
Irvan Hasbullah

Politik itu kotor, itulah kalimat yang selalu terdengar nyaring ketika mengomentari perilaku politik yang tidak terpuji. Kalimat tersebut begitu akrab, sehingga siapapun pasti sudah mendengarnya. Seperti halnya kyai yang terjun dalam dunia politik. Kita semua sudah memahami bahwa kyai demikian sentral. Kiprahnya demikian kompleks, dari menjadi rujukan persoalan agama sampai permasalahan rumah tangga. Dengan pemahaman dan suri tauladan yang dimilikinya, wajar bila banyak lapisan masyarakat mempercayakan barbagai persoalan yang dihadapi kepada kyai. Bagaimana baiknya kyai berperilaku.

Pada dasarnya kyai adalah guru yang lebih menitik beratkan (focus of interest) pada aspek pendidikan dari pada pengajaran kepada santrinya. Dalam konteks ini pendidikan yang mengarah kepada pengalaman dan keteladanan serta lebih penting daripada sekedartransfer of knowledge. Kyai biasanya lebih mengontrol shalat jamaah santrinya daripada mengontrol sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi pengajaran yang diajarkannya.

Dalam prespektif pemerintah, kekuasaan kyai cukup kuat untuk mempengaruhi tindakan sosial dan politik masyarakat. Hal ini karena kyai adalah pemegang legitimasi keagamaan. Legitimasi keagamaan ini oleh pemerintah atau para elit politik dapat digunakan untuk melegalkan tindakan-tindakan duniawi mereka.

Otoritas kyai tidak selamanya langgeng. Tidak sedikit kyai yang otoritasnya hancur akibat berselingkuh dengan penguasa atau memang mabuk kekuasaan. Pada saat umat sudah tidak percaya lagi terhadap otoritas kyai, saat itu juga umat secara perlahan akan meninggalkannya. Kasus ini banyak terjadi ketika pada zaman orde baru dalam pemerintahan Presiden Soeharto. Ketika kyai berbondong-bondong masuk GOLKAR. Umat tidak secara otomatis ikut. Mereka bahkan malah menjauhi sang kyai.

Tidak dapat dispastikan secara jelas, apakah yang melatarbelakangi munculnya persepsi yang beragam atas keterlibatan kyai dalam politik. Banyak tudingan miring juga di limpahkan pada kyai yang terlibat dalam politik. Utamanya politik praktis. Tidak dapat dipastikan juga apakah tudingan itu merupakan bentuk kekhawatiran atas keterlibatan kyai dalam konstelasi politik atau cenderung meremehkan kapasitas politik kyai.

Dari analisis di atas, keterlibatan kyai dalam politik kemudian bermunculan, ada yang berargumant bahwa arah perkembangan dan system politik yang tidak lagi mengedepankan nilai-nilai dan akhlaqul karimah memberikan alasan bagi keterlibatan kyai. Seharusnya kyai bersama masyarakat (bersih) ‘NDANDANI’ politik yang sudah terlanjur buruk citranya serta kyai dapat memperbaiki system dan kultur politik kita yang terjadi kemudian bisa jadi malah politik mengotori citra kyai.

Oleh karena itu banyak yang menaruh kekhawatiran dengan keterlibatan kyai dalam politik. Karena dalam pandangan masyarakat sudah terlanjur memiliki persepsi negative terhadap politik. Itulah sebabnya, asumsi utama yang harus dibangun adalah bahwa kyai sebagai manusia dan sebagai panutan umat sebagian ruang memberikan kecerdasan dalam berdemokrasi. Haruslah menjadi satu kesatuan, meskipun bukan menjadi suatu keharusan bagi kyai untuk berpolitik lewat partai politik atau perebutan kekuasaan.Keterlibatan politik kyai harus dimainkan dalam sebuah koridor moralitas sesuai dengan integritas dan posisisnya.

Satu realitas yang terjadi ketika pemilihan presiden periode 2004-2009 yang lalu, KH Hazim Muzadi yang terkenal kyai kharismatik dan kyai khos mengumumkan bahwa dirinya menerima lamaran Megawati Soekarno Putri sebagai calon Wakil Presiden waktu itu. Ketika gagal dalam pemilihan tersebut, eksistensi kyai tersohor tersebut tercoreng citranya serta adanya degradasi atau penurunan moralitasnya. Tetapi yang terpenting bagi kita, bagaimana kita bisa mengambil sikap dalam pemilihan apapun, baik pemilihan Presiden maupun legislative.

Be the first to start a conversation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: