About

One Response “About” →
  1. Berawal dari sebuah warung Kopi di samping DPP dan pertemuan tidak di sengaja ,serta senda gurau menjelang MUSWIL PPP DKI Jakarta dan menyambut hajat besar Muktamar DPP PPP.ke 4 orang tersebut adalah Fauzi Sarmada.(Jakarta Timur),Sys Quds(Jakarta Barat) M.Sobari ( Jakarta Selatan) dan Iwan Bagonk (Jakarta Timur) terbersitlah ide membuat sebuah media massa untuk mengangkat pencitraan PPP di mata para kader dan Konstituennya,
    Untuk lebih serius akhirnya ke 4 orang itu bertemu di rumah Fauzi sarmada tepat jam 14.00 di tengah hujan mereka sudah berada dirumah Fau zi Sarmada. untuk memberikan format terhadap media yg digagas,apakah akan bernama tabloid atau media. dan apa namanya…saat itu karena tidak mau debat kusir dan ingin segera ide itu di realisasikan maka dinamakannya Roemah Hijaoe…Ke empat orang tersebut masing2 menghubungi orang2 yang akan di rekrut utk bergabung.

    Diadakannya pertemuan selanjutnya jam 19,00 WIB di rumah Fauzi Sarmada Cawang Jakarta Timur dengan diikuti oleh masing2 teman yg akan direkrut. kebetulan pada saat itu hari Ulang Tahun Fauzi Sarmada. sementara Sobari sudah membuat ID CardPerss bernama Roemah Hijaoe. dan disepakati mengatur komposisi sebagai berikut :
    Fauzi Sarmada sebagai Pemimpin Redaksi
    S.Siswanto sebagai Wakil Pemimpin Redaksi
    M.Sobari Sebagai redaktur pelaksana
    Ichwan Cheriansyah sebagai Sekretaris dan Tata Usaha

    Lalu di uji cobalah para teman2 yang bergabung untuk meliput berita di arena MUSWIL DPW PPP JAWA BARAT yg berlangsung di Cirebon dengan memakai Id Card bertuliskan Roemah Hijaoe.Karena banyaknya pertimbangan dari para pionir untuk merubah nama media tersebut,maka para tim pionir menginventarisir nama yg cocok utk media yg akan di terbitkan.

    beberapa hari kemudian Kader PPP Jakarta Barat menerbitkan Tabloid bernama PENA Rakyat. terinspirasi dari situ sehingga ada opsi pilihan utk memberikan nama media tersebut apa bernama Pena Pembangunan atau Pena Persatuan??. sehingga terjadi diskusi yg serius antara Sis dan Fauzi…sehingga jadilah media tersebut bernama “Pena Persatuan”.

    Untuk mewujudkan terbitnya media Pena Persatuan…Fauzi Sarmada mantan Ketua DPC PPP Jakarta Timur yg dipercaya oleh tim penggagas mencari sumber pendanaan untuk membiayai terbitnya media Pena Persatuan, dikarenakan hasil berita,dami dan lay out sudah siap, tinggal mencari biaya,Fauzi Sarmada pontang panting mencari donatur yg mau membiayai terbitnya media,,nyaris saja Fauzi Sarmada akan menjual motornya..sebab sebelumnya dia sudah membawa motor dan BPKBnya utk di jual…awalnya Fauzi mencoba meminta bantuan kepada HRK yg saat itu menjadi SEKWIL PPP Jakarta dan ketua komisi DPRD DKI Jakarta. sehingga bertemulah 3 orang dari Tim Pionir dengannya di kantor DPW…betapa peliknya Fauzi melobi…akhirnya berhasilmelobi si donatur tersebut dengan pertimbangan sebagai Pimpinan Umum….walau Fauzi Sarmada berusaha keras agar si donatur jangan di labelkan dulu di komposisi sebagai Pimpinan Umum..tetapi S Siswanto malah terlebih dahulu menyetujuinya…Agak sedikit kecewa dengan Sikap Siswanto, tapi nggak apa2…sebagai bentuk penghormatan….

    pada malam selanjutnya dikumpulkanlah para kru yg direkrut oleh 4 orang itu plus tembahan rekrut dari HRK sebagai PU…..
    Luar biasa Respon para kader PPP menyambut terbitnya edisi perdana PENA PERSATUAN dengan Cover SDA KETUM DPP PPP yg bertemakan “Berkhidmat Mengawal Aqidah Ummat”.

    Setelah proses perdana selesai dan mendapat respon positif dari kalangan internal partai, Kru Pena Persatuan terus memanfaatkan momentum yang tepat dan akurat untuk setiap event di internal Partai Persatuan Pembanguan,

    Menjelang persiapan Muktamar DPP PPP di Bandung..Tim redaksi media Pena Persatuan kian gencar mencari berita dan mengangkat profil-profil para tokoh2 elite PPP , semua surat di teyangkan untuk para kandidat ketua Umum DPP PPP, dan teramat di sayangkan pada saat itu PU media Pena Persatuan menunjukkan sikap politiknya dengan menjadi salah satu tim sukses di Jendral.Purnawirawan.Muchdi.PR.
    berbagai hambatan dan cibiran dari para fungsionaris partai yg berada di berbagai tim sukses mencibirkan eksistensi media Pena Persatuian.denmgan sabar dan penuh ketekunan para Kru Pena Persatuan menyikapi cibiran dan gunjingan yang berkembang saat itu.
    Akhirnya di adakanlah pertemuan dewan redaksi di Cawang Jakarta Timur ,dari pertemuan tersebut menghasilkan sebuah Jargon atau tepatnya sikap profesionalisme dari para Kru Pena Persatuan menyikapi momentum Muktamar VII Partai Persatuan Pembangunan ke VII dengan mengeluarkan pernyataan bahwa. “PENA PERSATUAN..TIDAK KEMANA-MANA..TAPI ADA DIMANA-MANA” dengan memakai motto seperti itu lewat sebuahb Tim Readaksi menawarkan bentuk kerja sama dengan para kandidat Ketua Umum DPP PPP dengan menayangkat surat kerjasama dalam bentuk Pencitraan , Respon dari para kandidat ternyata luar biasa dan obyektif, mulai mendapat kepercayaan dari Achmad Yani Tokoh Muda PPP yg saat itu tampil sebagai kandidat ketua umum DPP PPP merespon kerjasama Pencitraannya derngan PENA PESATUAN, Lalu di respon kembali oleh H.A.Muqowam Kandidat Ketua umum DPP PPP. dan mendapat respon dari Tim Suryadarma Ali untuk bekerja sama .

    Dan sebuah pertanyaan kembali dilontarkan oleh para Kru Pena Persatuan sendiri dengan tidak adanya respon dari tim sukses Muchdi.PR, karena dalam tim sukses itu PU Pena Persatuan berada pada posisi strategis di TIMSES Muchdi…sebuah prosesi karakter yang menjadi buah bibir di kalangan warga PPP.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: