PPP SEBAGAI MEDIA DAKWAH BIL HAL DAN BIL LISAN

Posted on April 5, 2012

0


Menjadikan Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) sebagai media dakwah, sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan bagi setiap ummat Islam di Indonesia. Sangat banyak alasan yang membuat ummat Islam di Indonesia, harus menjadikan  PPP menjadi media dakwah, mulai dari  latar belakang historis sejarah fusinya empat parpol Islam (Partai NU, PARMUSI, PSII, dan Perti) menjadi PPP, lalu menjadikan asas partai dengan  Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Lalu  persyaratan pengurus partai yang berasal dari agama Islam, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu, missi yang diemban dalam kehidupan kenegaraan dan kebangsaan yaitu yang berdasarkan 6 (enam) prinsip perjuangan PPP, yaitu a. prinsip ibadah, b. prinsip amar ma’ruf nahi mungkar, c. prinsip kebenaran, kejujuran, dan keadilan, d. Prinsip musyawarah, e. Prinsip persamaan, kebersamaan, dan persatuan, d. Prinsip istiqamah.

Kita dapat mengatakan bahwa hanya PPP yang secara tegas, jelas, dan berani mencantumkan nilai-nilai Ke-islaman baik dalam konsep perjuangan partai, maupun dalam tindakan nyata, untuk ikut serta membantu melaksanakan kebijakan pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sebagai contoh, misalnya tentang kekacauan yang mungkin akan terjadi dalam kehidupan perkawinan di Indonesia, tanpa adanya hasil kerja PPP dimasa lalu dalam memperjuangkan UU Perkawinan, atau kebebasan pemerintah ataupun masyarakat  dalam meminum minuman beralkohol (minuman keras), perdagangan miras,  tanpa adanya sikap keras dari PPP dalam memoperjuangkan terwujudnya Peraturan Daerah Larangan Minuman Keras (Perda tentang Larangan Miras), lalu larangan legalisasi perjudian dalam segala bentuk, ataupun usulan pemerintahan yang bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Masih banyak peraturan daerah, peraturan pemerintah, serta Undang-Undang, yang merupakan sikap tegas dan keras dari PPP dalam mempertahankan nilai-nilai ke-Islaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam Al-Qur’an, surah al-Imran ayat 125, disebutkan yang artinya : “Dan hendaklah ada segolongan diantara kamu ummat yang menyeru kepada kepada kebaikan, menyuruhberbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar, dan mereka itulah orang yang beruntung.”

Mengenai dakwah ini dalam hadits Nabi Muhammad saw, disebutkan yang artinya : “Barangsiapa diantara kamu adanya kemungkaran, maka hendaklah ia mencegahnya dengan dirinya (perbuatan), apabila tidak sanggup maka hendaklah ia mencegah dengan lisannya (perkataan), dan apabila tidak sanggup maka hendaklah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman…”

Dakwah menurut  Prof. Dr. Syaikh Ali Mahfudh (Guru Besar Ilmu Dakwah di Universitas Al-Azhar, Kairo) dalam bukunya Hidayatul Mursyidin, mengatakan defenisi dakwah sebagai : “hassunnaasi ‘alal khairi wal huda, wal amru bil ma’ruf, wan nahyu ‘anil mungkar, liyafuzhu bi sa’adatil ‘ajili wal ajil…”  artinya,  memotivasi manusia atas kebaikan dan memberi petunjuk, menyuruh kepada perbuatan ma’ruf,  dan mencegah dari perbuatan mungkar, supaya memperoleh kebahagiaan di dunia dan kahirat.

Ajakan dari Ketua Umum DPP PPP, Drs. H. Suryadharma Ali, M. Si, kepada seluruh kader partai PPP dalam berbagai forum dan kesempatan, baik dalam Mukernas, Rapat pleno DPP PPP, Harlah, Mukerwil,  dan sebagainya, yaitu  untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan program-program partai  terutama yang menyentuh langsung bagi nilai-nilai syiar ke-Islaman.  Melalui ajakan, perintah dan anjuran dari Ketua Umum DPP PPP itu menunjukkan bahwa betapa  sentralnya Islam sebagai jiwa perjuangan PPP. Karena apabila kita telah berusaha, bekerja, dan berjuang dengan dilandasi nilai-nilai Islam, maka ia akan bernilai dakwah dan syiar Islam, dan otomatis akan bernilai ibadah dalam agama Allah.

Salah satu cara yang dapat menjadikan segala amal perbuatan kita dapat bernilai ibadah,  adalah dengan menjadikan ajaran Islam sebagai dasar dari semua perbuatan dan pekerjaan kita di dunia. Dalam hadits Nabi Muhammad saw, disebutkan yang artinya : “Aku (Rasul saw) tinggalkan dua hal yang apabila kamu berpegang padanya maka kamu akan selamat dunia dan akhirat, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul (Hadits Nabi Muhammad saw)..” Bila kita sudah berprilaku Islami, artinya prilaku kita akan tercermin sebagai prilaku yang berwawasan dakwah bil hal dan bil lisan.  Dan karena kita berjuang dan berpolitik melalui PPP maka nilai perjuangan politik kita akan lebih lengkap dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, sebagai pejuang Islam PPP yang memperjuangkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Nabi Muhammad adalah contoh dan suri teladan bagi kita ummat Islam dalam segala perbuatan dan kegiatan sehari-harinya, maka aktifitas yang dapat kita contoh dalam prilaku kehidupan kita adalah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Hal ini sesuai dengan hadits nabi  : “Addabani rabbi, fa ahsana ta’dibii…” yang artinya : “Allah-lah yang memberikanku adab, maka Allah menjadikan akhlakku sebaik-baik akhlak perbuatan…” Lalu Al-Qur’an mengatakan : “Innaka ‘ala khuluqin ‘adziem.”  Artinya,  “Dan sesungguhnya Muhammad diberi akhlak yang baik dan mulia…”

(Taufikurrahman)

Posted in: EDITORIAL