JALIN KOMUNIKASI SECARA KONTINYU

Posted on Desember 14, 2011

0


H. Hasan Zainal Abidin, EZ, SE, MM.
Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Barat

Pada hari Minggu (13/11) jam 17.00 wib dengan diguyur hujan yang sangat lebat sekali, saya berangkat menuju kediaman Hasan Zainal Abidin di Jl Pamoyanan Kota Bogor. Selesai Sholat Maghrib di kediamannya saya baru bisa ketemu dengan beliau. Salah satu kader PPP di Jawa Barat ini yang juga seorang pengusaha memulai karir politiknya di PPP sejak tahun 1975 sebagai pengurus ranting, sampai dengan sekarang dipercaya sebagai salah satu pengurus MPW PPP Jawa Barat.

Ada 4 yayasan yang dimiliki oleh Hasan Zainal, masing-masing bergerak di bidang pendidikan agama dan umum, dengan jumlah murid total dari 3 yayasan tersebut bisa mencapai kurang lebih 2400 murid, sedangkan 1 yayasan lagi berbentuk pesantren. “Makanya alhamdulillah kalau untuk kota Bogor bagian Selatan dan Barat saya jamin suara PPP tidak akan pernah berkurang sebab di back up oleh Selatan Kabupaten Bogor maupun Selatan Kota Bogor dan para wali murid yang mana mereka selalu istiqomah untuk PPP,” ujarnya.

Hasan Zainal yang pernah menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor selama 2 periode dan juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor selama 3 periode,  serta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat selama 3 periode sampai sekarang, sangat dekat dengan para kader PPP dan para ulama khususnya di Bogor. Tiap seminggu sekali dari Bandung (tempat kerjanya) Hasan Zainal selalu pulang kerumahnya yang di Bogor untuk berkumpul dengan keluarganya dan turun ke bawah untuk bertemu dengan para kadernya baik yang di ranting, PAC, maupun di Ormas.

“Tidak akan mungkin suara PPP pada Pemilu 2014 nanti bisa bertambah suaranya jika para kader PPP baik yang di DPR maupun yang di DPRD tidak pernah mau mendekatkan dirinya baik kepada masyarakat maupun kepada pengurus partai yang paling bawah tingkatannya, jangan hanya menjalin silaturrahminya tiap 5 tahun sekali ketika mau pemilu saja, tapi ini harus dilakukan dan dimulai dari sekarang jika PPP ingin lolos dari parliamentary threshold.” Ujar Hasan Zainal yang juga aktifis Sarikat Islam dan Pemuda Muslimin Indonesia.

Kunci keberhasilan Hasan Zainal adalah selalu membina serta memberikan perhatian kepada para pemilih/pendukungnya, tiap kampanye beliau tidak pernah naik ke panggung tetapi yang dilakukannya adalah turun kebawah ke basis-basis PPP. Sejak tahun 2000 sampai sekarang beliau memberikan bansos tiap tahun kepada konstituen, seperti bantuan untuk pesantren, masjid, mushollah, majelis ta’lim, juga bantuan untuk ternak sapi, kambing, itik, kelinci dan ikan kepada para kadernya, sehingga saat pemilu beliau tidak pernah naik panggung juga tidak memasang baliho.

“Saya masuk ke mereka hanya mengingatkan saja mana sapi-sapi yang dari saya, mana kelinci atau itik yang dari saya, apa masih ada.? Dengan bentuk perhatian seperti itu terbukti suara saya saat pemilu kemarin dari Kota Bogor 9000 suara kemudian dari Kabupaten Bogor 98.000 suara.” Kata Hasan Zainal yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI) .

Diklat Kader

Disinggung mengenai motto mencari 12 juta kader, Hasan Zainal malah balik bertanya “Saya pikir untuk serentak hari ini mencari 12 juta kader, ini bukan pekerjaan yang sangat mudah, apakah anda yakin kalau pengurus partai baik yang di ranting maupun di PAC seluruh Indonesia ini tulen kader PPP ??, kalau saya tidak yakin sebab banyak anak orang nyebrang ke PPP melihat gula-gula, maksudnya kalau disana ada orang PPP sedang berkuasa pasti orang lain nyebrang ke PPP, nah apakah ada jaminan bahwa orang tersebut akan membesarkan PPP, ” Ungkapnya.

Untuk itu Hasan Zainal menyarankan agar DPC-DPC PPP seluruh Indonesia bisa mengadakan Diklat Kader supaya target tersebut bisa tercapai seperti yang dilakukan oleh DPC PPP Kabupaten Bogor. Alhamdulillah saya gembira mendengar DPC PPP Kabupaten Bogor sering mengadakan Diklat Kader serta kegiatan-kegiatan lainnya. “Dari PPP Jawa Barat yang seperti PPP Kabupaten Bogor ini saya kira mungkin hanya 3 DPC termasuk Sumedang, sedangkan kalau Tasikmalaya lebih besar karena pengaruh ulama atau kyai setempat, bukan dari kadernya, kemudian untuk daerah yang lain sebenarnya suara PPP di daerah masih banyak, cuma ibarat jamur mereka kurang air atau kurang disiram.” Tambahnya.

Oleh karena itu Hasan Zainal menghimbau kepada seluruh kader yang duduk di DPR, DPRD baik yang di Provinsi maupun yang di Kota dan Kabupaten seluruh Indonesia, cobalah sentuh rakyatnya minimal kepada konstituennya, berikan bansos kepada mereka yang membutuhkan, jangan hanya menikmati hasil dewannya saja. “Orang yang sering diam di kantor partai itu belum tentu kader terbaik, karena tiap hari diam di kantor partai tidak pernah turun kebawah, justru yang bagus itu kader partai yang tiap hari turun kebawah.” Himbaunya.

Selanjutnya dalam hal suara pemilu yang akan datang DPP PPP sangat berharap kepada PPP Jawa Barat agar suara PPP bisa bertambah, tapi bentuk perhatian seperti apa yang akan dilakukan oleh DPP PPP kepada DPC-DPC PPP se-Jawa Barat, apa pernah mereka membuat kegiatan di masing-masing DPC PPP se-Jawa Barat apalagi se-Indonesia, minimal mereka bisa menghadiri setiap kegiatan yang diadakan oleh masing-masing DPC se-Indonesia khususnya di Jawa barat.

“Tidak akan mungkin suara 12 juta kader bisa diraih oleh PPP jika DPP ataupun pemimpinnya masih memakai cara-cara yang lama, lakukan dialog secara personal tapi bukan hanya kepada DPW saja, juga kepada DPC-DPC nya, kumpulkan mereka termasuk tokoh-tokoh PPP yang lama, baik yang di NU, Muhamadiyah, Parmusi, Perti, SI maupun para senior PPP yang lainnya, karena cirinya mereka masih bisa bertahan berarti cirinya mereka masih disenangi oleh konstituen.” Ujar Hasan Zainal.

Dengan dilakukannya dialog tersebut Hasan Zainal yakin akan terciptanya ide-ide, masukan-masukan, ataupun kritikan-kritikan yang membangun untuk suara PPP pada pemilu 2014, kemudian para anggota DPR dan DPRD baik yang tingkat I maupun tingkat II harus rajin turun kebawah, lakukan sentuhan kepada konstituen, bisa melaksanakan reses secara bersamaan antara DPR dan DPRD baik di desa maupun di kota. “Saya yakin apabila reses yang dilakukan para anggota DPRD Provinsi dan tingkat II kemudian dananya di topang oleh DPR RI secara bersama maka akan semakin besar suara PPP, kenapa sih PDI-P, Golkar, PKS bisa melakukan seperti itu, tapi kenapa PPP koq tidak bisa ?” Katanya.

Sebetulnya suara PPP di daerah itu masih banyak, tapi ibarat jamur mereka ini kurang air ataupun kurang disiram, “saya berharap kepada para anggota dewan baik yang di DPR RI, DPRD provinsi, maupun yang di DPRD Kabupaten atau Kota yang pertama sisihkanlah waktu seminggu sekali ataupun sebulan sekali untuk bersilaturrahim kepada masyarakat, apakah itu masyarakat yang PPP ataupun bukan, sebab masih banyak suara PPP baik di Kabupaten maupun di Kota suara yang ngambang atau belum kemana-mana, sentuh dan bina mereka dengan memberikan bantuan sosial.” Harapannya.

“Kemudian yang kedua bukalah pintu rumah setiap saat kalau ada kader ataupun konstituen yang datang, sambut dan layani mereka serta berikan perhatian kepada mereka, bukan malah menghindar. Dan yang ketiga untuk para anggota dewan buatlah basis-basis massa, apakah itu lembaga pendidikan yang formal ataupun non formal, saya bisa berbicara seperti ini karena saya melakukan dan merasakannya.” Tambah Hasan Zainal.

Dengan 2000 murid setiap tahun pada yayasan yang dimiliki Hasan Zainal, minimal setengahnya ada yang PPP, ini yang selalu dilakukan oleh Hasan Zainal tiap tahun, selalu membina kadernya ataupun menyentuh secara langsung kepada konstituen baik yang di yayasannya maupun yang di luar yayasan untuk kebesaran PPP.

Terakhir Hasan Zainal berpesan kepada pengurus PAC dan Ranting se-Indonesia “jadilah kader partai yang sesuai dengan azas partai,  khidmat dan prinsip partai, karena yang sudah ada sedikit kendur saat ini adalah ruhul jihad dan ideologi kader PPP, jadi jika banyak DPC ataupun DPW yang tidak mengadakan diklat kader atau pelatihan maka teman-teman anggota dewanlah yang ada penghasilan dari DPR ataupun DPRDnya untuk mengadakan diklat, mari kita rekrut kader-kader baru untuk PPP, minimal tiap desa perempuan 5 orang, ustad/ustadzah 5 orang, pemuda 5 orang, dan petani 5 orang untuk menggerakkan roda partai di tiap desa.” Pesannya.

Irvan

Posted in: PPP DAERAH, SOSOK