ISTIQOMAH KUNCI KEBERHASILAN

Posted on Desember 14, 2011

0


Dra. Hj. Encum Sumartini, MM

Pada hari jadi guru (25/11) saya menemui Dra. Hj. Encum Sumartini, MM. di sekolahan yang ia miliki sendiri SMK Tridaya Cibinong. Perempuan yang biasa disapa dengan panggilan akrabnya Hj. Encum  yang menjabat sebagai kepala sekolah ini merupakan salah satu kader perempuan dari PPP sejak tahun 1975 sebagai simpatisan juga mulai hobby mengikuti perjalanan politik dan aktif di berbagai organisasi, yang salah satunya di fatayat NU. Dari pengalaman organisasinya, pemilik dan pembina santriwati Pondok Pesantren Al-Huda Cibinong ini juga pernah di percaya untuk menjabat sebagai ketua WPP PPP Kabupaten Bogor dan PHC selama 2 periode saat kepemimpinan Rachmat Yasin di DPC PPP Kabupaten Bogor.

Dalam kesehariannya Hj. Encum lebih banyak mengabdi kepada salah satu yayasannya yang bergerak di bidang pendidikan sebagai kepala sekolah di SMK Tridaya Cibinong, “semua guru dan murid di sini sudah pada tahu bahwa saya adalah kader PPP, karena saya selalu bilang kepada mereka bahkan kepada orang tua murid bahwa PPP adalah satu-satunya partai Islam yang harus kita pilih. Insya Allah dengan adanya suara dari pemilih-pemilih pemula saya berharap semoga PPP makin bangkit khususnya di Kabupaten Bogor.” Katanya.

Pada pemilu 2004 Hj. Encum dipercaya oleh banyak orang baik dari kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun dari kader PPP untuk menjadi Caleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 1, “alhamdulillah saat kampanye pemilu 2004 saya mendapatkan suara terbesar dibandingkan dengan caleg yang lain, tapi karena suara saya tidak mencapai target yang ditentukan oleh KPU, maka akhirnya dikembalikan kepada nomor urut 1.” Ujarnya.

“Walaupun saya tidak terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor saya tetap istiqomah terhadap PPP, banyak dari partai lain yang menawarkan ke saya untuk pindah ke partainya tapi saya tolak, karena saya bukan orang yang oleng pindah kesana dan pidah kesini hanya untuk mengejar jabatan atau kedudukan, saya yakin ini semua yang terbaik dari Allah SWT.” Tambah Hj. Encum yang baru saja terpih menjadi Ketua KPPI Kabupaten Bogor.

Tidak terpilihnya Hj. Encum di DPRD Kabupaten Bogor tidak membuatnya patah semangat, ia terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan memberikan bantuan baik hewan ternak maupun bantuan simpan pinjam, kemudian ia melanjutkan pendidikan S-2 nya sehingga pada pemilu 2009 kemarin ia tidak mencalonkan dirinya sebagai Caleg DPRD Kabupaten Bogor, melainkan membantu dan mendukung penuh untuk suara Hj. Ade Muwaroh Yanwar yang saat ini menjabat sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Bogor dan ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor.

“Saya dukung penuh Hj. Ade Munawaroh saat pemilu 2009 kemarin karena saya ingin ada perwakilan perempuan dari PPP yang belum pernah terjadi duduk di DPRD Kabupaten Bogor, alhamdulillah beliau terpilih dan sekarang menjadi Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bogor dan Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor yang mana juga baru periode ini dipimpin oleh seorang perempuan,  semoga saja ini menjadi sinyal bahwa kader perempuan dari PPP sudah mulai bangkit di Kabupaten Bogor khususnya.” Ujarnya.

Perempuan yang ramah dan tamah ini walaupun hatinya lembut tapi tegas dalam mengambil keputusan, ternyata tidak hanya aktif di partai ataupun organisasi saja, tetapi Hj. Encum juga aktif di berbagai majelis ta’lim, ia juga selalu diundang untuk memberikan ceramah setiap ada acara baik dari rumah ke rumah maupun dari majelis ta’lim ke majelis ta’lim yang lain tanpa menerima bayaran.

“Insya Allah saya ikhlas dan ridho tidak mau menerima bayaran ketika saya mengisi pengajian ataupun ceramah di majelis ta’lim, kalaupun dipaksa saya hanya sarankan bahwa saya punya banyak anak yatim yang saya didik dan saya sekolahkan, lebih baik uangnya di tukar sama beras kemudian kasihkan kepada anak-anak yatim.” Ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama berbicara mengenai motto PPP yaitu kembali kerumah besar umat Islam, Hj. Encum sangat bangga sekali dengan motto tersebut, asalkan ditindak lanjuti oleh pengurus baik yang DPP, DPW, maupun DPC sampai kepada Ranting dengan perbuatan yang benar-benar menyentuh, bukan hanya sekedar motto ataupun ucapan belaka, tapi juga membuat acara atau kegiatan yang benar-benar menyentuh.

“Saya yakin dengan satu-satunya partai yang berazaskan Islam (PPP), banyak para kader ataupun umat Islam yang akan kembali kepada rumah besarnya yaitu PPP, tapi saya akan lebih yakin lagi jika para pengurus partai yang di pusat bisa turun kebawah dengan menciptakan kegiatan di masing-masing daerah serta bisa menyentuh dengan memberikan perhatian kepada konstituen maka akan lebih banyak lagi yang kembali kerumah besar umat Islam baik para tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun warga.” Lanjutnya.

Inilah yang harus dilakukan serentak oleh PPP sekarang, jika ingin menciptakan 12 juta kader pun tidak bisa diam begitu saja juga tidak bisa hanya dengan menempelkan stiker-stiker PPP baik di mobil maupun di motor, tapi berikan sentuhan dan perhatian yang lebih kepada masyarakat ataupun kostituen, jadikan mereka kader-kader yang militan terhadap PPP sehingga hati mereka tidak goyah oleh iming-iming yang dijanjikan oleh partai lain, mereka selalu istiqomah terhadap PPP karena istiqomah adalah kunci dari pada keberhasilan.

Saya juga menghimbau kepada DPP PPP dalam mewujudkan 12 juta kader bahwa “kalian tidak bisa diam begitu saja, harus ada solusi yang bisa dilakukan oleh DPP, berikan dorongan ataupun perhatian yang lebih kepada pengurus yang dibawah, karena mereka yang mengetahui peta politik yang ada di lingkungannya, kemudian bisa meluangkan waktu supaya bisa bersilaturrahmi kepada sesama pengurus.” Himbaunya.

PPP sekarang harus lebih baik dibandingkan PPP periode kemarin, harus ada perubahan yang bisa meyakinkan masyarakat sehingga mereka tertarik pada PPP untuk membantu membesarkan partai yang berlambangkan Ka’bah, pengurus DPP PPP juga harus lebih rajin lagi turun kebawah, jangan cuma setiap mau pemilu saja baru mau turun, tapi ini harus dilakukan dari sekarang secara serentak dari mulai DPP sampai ke Ranting bersama-sama saling bahu membahu untuk membesarkan partai supaya PPP bisa lolos dari parliamentary threshold.” Ujar aktifis HIWASI ini.

Selanjutnya Hj. Encum juga berpesan kepada ketua umum PPP agar pada Pemilu 2014 nanti untuk suara perempuan dari PPP lebih diperhatikan kembali, jangan dibelakangkan terus, supaya kader dari perempuan PPP bisa lebih mewarnai baik di DPR maupun di DPRD.

“Alhamdulillah di Jawa Barat bapak Rachmat Yasin sebagai ketua DPW PPP Jawa Barat sudah melakukan pelatihan pemberdayaan perempuan selama 3 hari di Cianjur, ini dilakukan agar peran perempuan dan haknya di PPP juga sama dengan kaum lelaki, tapi bagaimana dengan provinsi yang lain, apa juga sudah melakukan hal yang sama seperti DPW PPP Jawa Barat?” ujarnya.

Terakhir Hj. Encum berharap kepada seluruh kader PPP baik  yang diatas (DPP) maupun sampai kepada tingkatan yang paling bawah (Ranting), “mari secara bersama-sama kita besarkan kembali suara PPP dengan melakukan pendekatan-pendekatan kepada para ulama, tokoh masyarakat, ataupun warga sekitar untuk mengajak kembali ke rumah besar umat islam yaitu partai yang berlambangkan ka’bah, karena sudah saatnya PPP bangkit, bergerak dan terus berkreasi.” Harapannya.

-irvan-

Posted in: PPP DAERAH, SOSOK