DIKLAT PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DPW PPP JAWA BARAT

Posted on Desember 14, 2011

0


SAATNYA PEREMPUAN PPP BANGKIT

DPW PPP menggelar pendidikan kilat (DIKLAT) pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini digelar di Hotel Indo Alam, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada tanggal 27 hingga 30 November 2011. Diklat yang bertajuk “Saatnya Perempuan PPP Bangkit” ini diikuti sekitar 180 peserta perempuan dari DPC PPP yang ada di wilayah daerah Jawa Barat, dengan masing-masing DPC mengutus perwakilan perempuannya 5 orang.

Acara yang digagas Ketua DPW PPP Jawa Barat, H. Rachmat Yasin itu dibuka secara simbolis oleh Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP-PPP), Ny. Hj. Indah Suryadharma Ali.

Dalam sambutan singkatnya Ny. Indah Suryadharma Ali menegaskan dengan adanya pengkaderan perempuan ini mengaku sangat bangga. Karena itu, ia berharap melalui kegiatan pengkaderan perempuan, PPP dapat bangkit, karena ini merupakan salah satu pilot project  untuk  DPW  lainnya  di  seluruh Indonesia. Partai berlambang Ka’bah merupakan partai satu-satunya yang berazaskan islam. “Mudah mudahan dengan adanya program ini bisa menjadi perempuan PPP Jabar untuk bangkit,” tutur wanita yang juga istri Ketua Umum DPP-PPP Suryadharma Ali.

Sementara, Ketua DPW-PPP Jabar, Drs. H. Rachmat Yasin, MM meminta agar pelatihan pemberdayaan perempuan tersebut diikuti dengan baik. Sebab, menurut RY dengan mengikuti pelatihan ini akan menjadi kader yang andal dan militan. Karena dengan pengkaderan ini menjadi masa depan PPP, baik di ajang Pemilihan Umum maupun Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat. “Semoga program ini menjadi tolak ukur untuk menjadi garis terdepan,” imbau RY yang juga Bupati Bogor.

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat Rahmat Yasin dalam sambutannya juga menjelaskan, kegiatan diklat pemberdayaan perempuan PPP merupakan bagian atau dalam rangka mempersiapkan dan meningkatkan capacity building kaum perempuan untuk berperan serta dalam satu kesatuan.

“Jika sudah terbentuk capacity building, suara PPP bisa terselamatkan untuk menghadapi electroal tresshold (ET) maupun parliamantary treshold (PT). Sebagaimana wacana yang berkembang saat ini, yakni ada partai yang menginginkan ET sebesar 5%, 4%, ada juga yang 2,5%, “ paparnya.

Dikatakannya, tujuan diklat salah satunya adalah untuk mempersiapkan partai dalam menghadapi pemilu 2014 dan pilkada dibeberapa daerah agar kader-kader perempuan bisa menjadi kompetitor yang baik dan bisa mengalahkannya. “Sebab, sehebat apapun partai kalau tanpa persiapan maka akan kalah oleh partai lainnya, “katanya.

Sementara itu, Ketua DPC-PPP Kabupaten Cianjur, Abdulah Mustanul Arifin menambahkan dengan diadakannya Diklat pemberdayaan perempuan ini menyeimbangkan peranan kaum perempuan dari daerah Jabar dalam membangun negara dan bangsa. “Karena itu, sudah saatnya kaum perempuan PPP Jabar untuk bangkit dan turut berperan aktif serta berkiprah di negara Indonesia khususnya Jabar,” jelasnya.

Abdulah berharap dengan lahirnya kader perempuan PPP Jabar ini akan menjadi perempuan yang handal dan militan serta berprestasi. Karena, mereka nantinya akan memiliki karakter ‘Khuswatun Hasanah’ yang artinya keteladanan yang baik dan karakter, setelah menjadi peserta Diklat yang digelar DWP-PPP Jabar tersebut selama tiga hari ini. Karena posisi perempuan itu adalah pilarnya negara. Sebab ada sebuah syair Imam Ali yang mengatakan bahwa perempuan itu adalah pilarnya Negara.

“Jika berakhlak bagus, maka negara ini juga akan tercermin sebagai negara yang bagus pula. Namun apabila akhlaknya jelek, maka pastinya menandakan sebagai cerminan negara jelek juga,” paparnya.

Pasalnya, lanjutnya di dalam Islam, nama perempuan itu disebut “Maratu” dan ada lagi yang disebut “Miratun” yang artinya cermin. “Jadi perempuan itu merupakan sebuah cermin kehidupan negara,” pungkas Abdulah.

Menurut Abdullah partai berlambang Ka’bah satu-satunya partai yang berazaskan Islam. Sudah barang tentu kiprah dan perjuangan PPP harus mengarah kepada kemenangan Islam dalam kontek “Rahmatan Lil Alamin.” Sebab perbedaan status kedudukan kaum perempuan menurut ajaran Islam itu sangat mulia.

“Pandangan Islam tidak sama dengan pandangan lain. Jika pandangan yang lain kaum perempuan itu dilahirkan hanya sebagai pemuas nafsu laki-laki. Tetapi Islam tidak berpendapat seperti itu, bahkan Islam menempatkan kaum perempuan itu sebagai patner kerja kaum Adam,” tuturnya.

-irvan-

Posted in: AKTIVITAS, PPP DAERAH