ADA MOTIF LAIN DI BALIK PARLIAMENTARY THRESHOLD

Posted on November 26, 2011

0


Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai usulan pemerintah menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sampai empat persen, dipandang memendam motif terselubung untuk keuntungan partai tertentu.

Sekretaris Fraksi PPP di DPR RI yang juga anggota Pansus RUU Pemilu, Muhamad Arwani Thomafi, melihat usulan pemerintah menaikan PT tidak beralasan dan mematikan demokrasi.”Pemerintah harus ingat dan paham betul posisi untuk menaikan PT. Ada itungan matematikanya. Bila dinaikan maka akan mengubah tingkatkan disproporsinal pemilu itu,” tegas Arwani , Jumat (25/11).

Menurutnya,dalam undang-undang dijelaskan Pemilu masih menganut sistem proporsional, sehingga bila pemerintah mengajukan kenaikan PT dianggap sudah melanggar Undang-undang dan konstitusi.

Ditambahkan Arwani, dirinya mencium aroma adanya keinginan pemerintah untuk melanggengkan kekuasaan suatu partai tertentu, bukan untuk memperbaiki sistem Pemilu. “Ada motif tertentu dari pemerintah, motifnya tidak untuk perbaikan Pemilu, tapi untuk kepentingan Parpol yang diakomodir pemerintah sendiri,” tuturnya.

Hingga kini PPP berkeinginan PT tidak berubah dan tetap berada diangka 2,5 persen karena dianggap lebih proporsional.

(Poskota/BP)