SISTEM PEMILU HANYA UNTUNGKAN KELOMPOK ELIT

Posted on November 24, 2011

0


Pemilu yang awalnya hanya memilih wakil DPR maupun DPRD tetapi dengan amandemen UUD 1945 maka konstitusi mengatur pemilihan di level pemerintahan daerah.

“Justru dengan perubahan sistem ini, maka lahirlah kelompok elit yang menguasai daerah,” kata penulis buku “Pemilu dalam Cengkeraman Oligarki” Irvan Mawardi dalam rilis yang diterima itoday, Selasa (22/11).

Menurut mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMY ini, praktek kekuasaan yang dipegang kelompok elit di tengah sebuah proses demokratisasi tergambar dalam pelaksanaan pemilu dan Pemilukada dalam kurung delapan terakhir ini.

Munculnya permasalahan ini, kata Irvan yang juga Hakim PTUN Makasar ini, rakyat sebagai pemegang kedaulatan belum mampu bersikap dan bertindak secara mandiri, rasional, dan kritis ketika terlibat dalam proses politik.

“Rakyat belum memiliki kekuatan yang utuh untuk melakukan “perlawanan” menuju kemandirian dan kebebasan dalam mengartikulasikan pilihan politiknya,” ungkap Irvan.

Kata Irvan, masyarakat yang cenderung pragmatis dan  tidak rasional tersebut sangat mudah dipengaruhi dan mainkan oleh elit.

Dalam kondisi ini, Irvan mengusulkan, memperkuat gerakan sosial masyarakat sipil (civil society) sebagai basis partisipasi politik (voice, akses dan kontrol) rakyat dan basis kontrak sosial antara partai dengan konstituen.

(itoday/BP)