PEREKRUTAN CALON TKI SECARA ONLINE BERAWAL DI DISNAKERTRANS

Posted on November 19, 2011

0


Pelayanan penempatan TKI ke luar negeri dengan sistem online yang telah dibangun oleh BNP2TKI adalah memastikan calon TKI telah terdata di Disnaker kabupatean/kota

“Karenanya dapat dipastikan tidak akan dilakukan pelayanan penempatan TKI ke luar negeri, bila calon TKI bersangkutan tidak didata di Disnaker, ” kata Direktur Penyiapan Pemberangkatan BNP2TKI Arifin Purba dalam roundtable dialogue di Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jabar, Senin (14/11) kemarin.

Arifin mengatakan prosedur rekrut terhadap calon TKI secara sistem online ini berawal dari proses pendokumentasian data calon TKI di Disnaker kabupaten/kota yang dilakukan oleh petugas rekrut calon TKI. Setidaknya ada tiga pendokumentasian calon TKI yang perlu diketahui petugas rekrut calon TKI.

Pertama, dokumentasi yang harus dibawa oleh petugas rekrut calon TKI ke Disnakertrans Kabupaten/Kota: Surat Pengantar Rekrut (SPR), surat tugas dari Direksi Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

Kedua, dokumen yang harus dimiliki oleh calon TKI dan calon TKI harus dihadirkan, di antaranya: (1) KTP, kartu keluarga, akte kelahiran/surat kenal lahir, (2) izin dari orang tua/suami/istri, (3) surat status perkawinan atau buku nikah.

Ketiga, dokumen yang diterbitkan oleh Disnakert dan diketahui: perjanjian penempatan, berita acara seleksi, kartu identitas TKI, rekomendasi paspor, asuransi prapenempatan.

Menurut Arifin, ketiga prosedur pendokumentsian data calon TKI itulah harus diketahui petugas rekrut calon TKI. Mengapa? “Tujuannya, selain untuk akurasi data calon TKI, juga sekaligus mencegah terjadinya percaloan TKI,” tuturnya.

Ia menambahkan praktik percaloan TKI bisa dicegah manakala petugas rekrut calon TKI itu melekat dengan PPTKIS bersangkutan. Dengan kata lain, petugas rekrut calon TKI ini merupakan organ atau karyawandari PPTKIS.

Itu sebabnya, kata Arifin, pengelola PPTKIS perlu melakukan registrasi petugas rekrut calon TKI ke Disnakertrans Kabupaten/Kota. “Registrtasi petugas rekrut calon TKI ini diperlukan dalam rangka mengetahui petugas rekrut calon TKI dari masing-masing PPTKIS, sehingga sekaligus nantinya untuk menghindari ‘jual beli calon TKI’ antar PPTKIS satu dengan lainnya,” papar Arifin.

Terkait dengan eksistensi petugas rekrut calon TKI ini pula, lanjut Arifin, BNP2TKI saat ini sedang merncanakan untuk mengoline-kan sebagaimana sudah dilakukan pada pendataan calon TKI. “Registrasi petugas rekrut calon TKI oleh pengelola PPTKIS di Disnakertrans ini pula untuk melakukan penertiban berikut memastikan jumlah petugas rekrut di masing-masing Kabupaten/Kota,” pungkas Arifin.

(mam/b/ BNP2TKI)

Posted in: HALLO INDONESIA