KADER PPP HARUS MEMAHAMI PERSOALAN PUBLIK

Posted on November 19, 2011

1


Abdul Azis, SE
Anggota FPP DPRD DKI Jakarta

Untuk menghadirkan calon pemimpin yang bijak, syarat utamanya harus ada motivasi atau internalisasi keyakinan baik dari dalam diri (internal) maupun dari pihak luar (eksternal). Motivasi ini baik untuk memberi semangat psikologis para kader agar mereka mau terus belajar untuk berkembang sehingga mampu menjadi seorang yang mengerti dan paham arti kepemimpinan. Demikian seperti diungkapkan Abdul Aziz kepada Media Bina Persatuan di kediamannya beberapa waktu lalu.

Menurut Aziz untuk tampil menjadi seorang pemimpin yang baik tidak melihat jenjang pendidikan seseorang. Asalkan ada niat ikhlas dan tekad yang kuat untuk mau belajar seseorang bisa menjadi pemimpin yang baik. Inilah motivasi yang harus intens ditanamkan pada diri setiap kader PPP.

“Motivasi pertama adalah memberikan keyakinan pada setiap kader bahwa mereka mampu melakukan apapun didasari niat ikhlas dan tulus dan sikap mau belajar. tidak semuanya haru sekolah tinggi, banyak kader yang hanya lulus SMA atau SMP tapi mereka mempunyai keyakinan untuk memperbaiki taraf kehidupan yang lebih baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan,” kata Aziz.

Selain itu juga faktor lingkungan organisasi bisa juga menjadi wadah penempaan seorang kader. Suasana kondusif internal organisasi dengan tingginya rasa saling menghormati satu sama lain dinilai Aziz mampu menghasilkan kader yang berprestasi baik tingkat ranting maupun cabang sehingga mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat dari segala lapisan. Aziz pun mengingatkan agar organisasi senantiasa menciptakan suasana kondusif hingga melahirkan kondisi saling menunjang antarkader satu dengan yang lainnya.

“Kader PPP sejatinya tidak hanya cerdas dalam ranah politik tetapi harus mampu tampil dan memahami persoalan publik Untuk itu PPP dituntut mampu mewadahi program pengembangan kemandirian pada setiap jati diri para kadernya,” papar mantan Ketua DPC PPP Jakarta Barat Periode 2006-2011.

“Suasana kondusif yang diciptakan seorang pemimpin itu mampu memotivasi para kader untuk ikhlas bekerja supaya mencapai apa yang diharapan partai, yaitu menambah perolehan suara pada Pemilu. Karena itu kita butuh pemimpin yang bijak, pintar, cerdas, berwibawa dan amanah, punya ide kreatif demi kemajuan PPP,” kata Aziz.

Menurut Aziz PPP berada di ambang kritis akibat penurunan suara yang ekstrim. Salah satu faktor penyebabnya karena kurangnya kordinasi pimpinan dan bawahan juga gesekan-gesekan internal yang seharusnya dapat  diselesaikan dengan jalan musyawarah agar tidak menyebar luas ke publik.

(BP)

Posted in: ASPIRASI, PPP DAERAH