KIPRAH IKASTRI DALAM SOSIALISASI PPP

Posted on November 18, 2011

0


Pengurus IKASTRI

Kini di PPP ada Ikatan Silaturahim Isteri Pengurus Harian DPP PPP (Ikastri) dan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) yang menjadi wadah kader perempuan menjalankan aktivitasnya. Dengan wadah itu diharapkan potensi perempuan PPP bisa tersalurkan dengan baik. Sebab, peran perempuan dalam menyosialisasikan partai kepada pemilih perempuan yang jumlahnya besar dinilai lebih efektif. Meski demikian, bukan berarti PPP mengabaikan pemilih laki-laki. Berikut petikan wawancara kami dengan Ketua Umum Ikastri, Ibu Dra. Hj. Wardatul Asriah yang populer disapa “Bunda Indah Suryadharma Ali” isteri Ketua Umum PPP Drs. H. Suryadharma Ali, MSi ketika selesai acara pengajian bulanan Ikastri di Widya Chandra, Jakarta. (121011)

Apa latar belakang dan tujuan berdirinya Ikastri?

Ikastri berdiri atas kesadaran beberapa isteri Pengurus Harian DPP PPP untuk membuat suatu forum silaturahim. Pasca terpilihnya Bapak (Suryadharma Ali – red) sebagai Ketua Umum dan Pak Irgan Chaerul Mahfiz sebagai Sekjen di Muktamar VI PPP 4 tahun 2007. Tujuan Ikastri sebagai wadah untuk saling mengenal antara isteri pengurus harian DPP PPP.

Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan maka disepakatilah agar dibentuk suatu wadah perkumpulan dan kita pun bersama-sama memikirkan nama yang akan digunakan sehingga terbentuklah “IKASTRI”.

Kami membentuk Ikastri bukan tanpa alasan. Sebagai isteri dari Pengurus Harian DPP PPP, kami juga berkomitmen untuk sama-sama ikut mensosialisasikan PPP.

Apa saja langkah Ikastri dalam mensosialisasikan PPP ?

Dalam kegiatannya Ikastri focus pada 4 (empat) bidang diantaranya pendidikan, dakwah, ekonomi dan sosial. Kemudian kita berbagi menempatkan kepengurusan dan Alhamdulillah kita bisa eksis dengan berbagai kegiatan yang menurut kita luar biasa untuk suatu perkumpulan yang baru terbentuk saat itu, sehingga saya meyakini keberadaan Ikastri yang sebelumnya dipertanyakan banyak pihak menjadi dipandang positif karena kegiatan-kegiatan yang kita lakukan.

Bagaimana dengan keanggotaan dan kepengurusan Ikastri sekarang ini ?

Setelah dengan terbentuknya kepengurusan DPP PPP yang baru, Ikastri juga telah melakukan restrukturisasi pada kepengurusnya. Dan Alhamdulillah, untuk kepengurusan Ikastri sekarang ini tidak hanya isteri dari Pengurus Harian DPP PPP saja tetapi lebih luas lagi dengan melibatkan isteri dari Ketua dan Anggota Lembaga/Departemen DPP PPP.

Dalam perjalanannya banyak isteri dari Ketua-ketua DPW ataupun Ketua-ketua DPC PPP yang menyampaikan keinginannya untuk mengikuti (intruksi) yang telah dilakukan oleh pusat (DPP). Banyak juga yang menyampaikan bahwa forum/kegiatan yang kami lakukan telah di ikuti oleh isteri dari Ketua DPW dan DPC didaerahnya masing-masing. Dan Alhamdulillah kita juga sudah diminta untuk bersilaturahim menghadiri kegiatan yang dilakukan oleh isteri Ketua-ketua DPW PPP. Perlu diketahui, saya mendapat informasi dari Ibu Iim (Isteri Bapak Irgan Chaerul Mahfiz) yang kebetulan ada disamping saya ini, bahwa acara pengajian yang kita adakan hari ini juga dihadiri oleh isteri dari ketua DPC PPP Tangerang, Bekasi dan juga DPW PPP DKI Jakarta beserta DPC-DPC nya serta para isteri dari Pengurus Departemen yang ada di DPP PPP.

Kegiatan pengajian yang dilakukan oleh Ikastri diadakan setiap kapan bunda…?

Pengajian Ikastri ini diadakan 1 (satu) bulan sekali dengan nama Majelis Taklim “Wardhatul Ummahat”. Alhamdulillah pada awalnya pengajian kita dihadiri sekitar 100 orang dan sekarang bisa mencapai 500-600 orang. Untuk hari ini yang hadir sekitar 400 orang karena ada beberapa pimpinan dari majelis taklim yang berangkat Ibadah Haji seperti dari Karawang dan sebagian Bekasi sehingga mereka tidak bisa hadir pengajian hari ini. Mereka biasanya hadir atas kesadaran sendiri dengan membawa jama’ahnya masing-masing.

Selama berdirinya Ikastri, program-program apa saja yang sudah dilakukan oleh Ikastri…?

Program yang dilakukan oleh Ikastri terdiri dari internal dan eksternal. Untuk program internal kita pernah melakukan kegiatan TEA WALK “One Day With Family” dikawasan puncak, Bogor, tujuannya adalah kita ingin mengakrabkan antara sesama pengurus dengan keluarga dan anak-anaknya. Untuk program eksternal kita telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan diantaranya sering mengadakan bakti social, lomba qasidah se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, harlah di tenis indoor senayan, dan rutin mengunjungi majelis taklim-majelis taklim seperti Attahirriyah, mengunjungi Islamic village dan lain lain.

Ikastri sebagai bagian dari PPP, kiranya program strategis apa yang akan dilakukan kedepannya sehingga bisa berdampak besar untuk menambah perolehan suara PPP…?

Kita memulai didalam kepengurusan yang baru ini dengan pembagian beberapa bidang, dan ada beberapa program strategis yang baru akan diplenokan dalam waktu dekat ini. Karenanya untuk saat ini belum bisa saya sampaikan secara detail, tetapi saya yakin akan banyak program-program strategis yang akan kita lakukan kedepannya. Yang tentunya kita berharap dengan keberadaan Ikastri di pusat dan di daerah bisa menjadi suatu potensi yang dibanggakan untuk membantu target DPP PPP meraih tambahan 12 juta kader.

Sebagai Ketua Umum Ikastri, bagaimana bunda menyikapi sosok SEKJEN DPP PPP yang merupakan figur muda di dalam kepengurusan DPP PPP termasuk banyaknya tokoh muda yang ada di struktur DPP PPP…?

Tampilnya sekitar 70 persen figur muda di kepengurusan DPP PPP hasil Muktamar VII menjadi harapan baru kedepannya, karena tentunya orang-orang muda juga harus punya figur sehingga kehadiran Mas Rommy sebagai Sekjen DPP PPP saya harapkan menjadi figur orang muda untuk kedepannya bisa meraih suara sebanyak-banyaknya dari anak-anak muda.

Dengan kesibukan bunda saat ini, bagaimana cara pembagian waktu antara keluarga, pekerjaan dan Ikastri…?

Selama ini Alhamdulillah belum ada kendala dan mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pembagian waktu saya, karena saya memakai manajemen (skala) prioritas. Kalau memang hari ini keluarga menjadi prioritas maka saya akan mengurus itu, kalau pekerjaan saya sebagai anggota legislative (FPPP DPR-RI) memang sudah menjadi rutinitas, kemudian untuk Ikastri pengurusnya sangat kooperatif sehingga tidak tergantung dengan kehadiran saya contohnya ketika pengajian tadi saya datang agak terlambat disebabkan ada acara lain yang juga harus saya hadiri tetapi pengurus Ikastri yang lain seperti ibu Iim dan Ibu Wiwi juga para Wakil Ketua Bidang sudah bisa menanganinya. Sehingga saya tidak ada kesulitan dalam mengurus Ikastri karena saya berusaha memaksimalkan potensi-potensi yang ada untuk bersama-sama mengembangkan Ikastri.

Apa pesan bunda untuk para kader PPP…?

Mengingat kedepannya persaingan akan lebih berat lagi. Sedangkan 3 tahun adalah waktu yang singkat, oleh karenanya pesan saya kepada seluruh kader PPP saya harapkan bisa bekerja lebih keras lagi sehingga PPP bisa memenangkan Pemilu 2014 nanti.

(alf/BP)

Posted in: AKTIVITAS, DPP PPP