H. DJAN FARIDZ: SAYA DICALONKAN PPP!

Posted on November 17, 2011

0


Djan Faridz

Untuk meyakinkan fungsionris PPP mengenai “status” Djan Faridz yang diangkat sebagai Menteri Perumahan Rakyat, pada tanggal 19 Oktober lalu, DPP PPP sengaja mengundang yang bersangkutan untuk hadir dan berbicara pada Rapat Pleno I DPP PPP di Hotel Mercure, Ancol, tanggal 22 Oktober 2011.

Dalam sambutannya, Djan Faridz mengatakan bahwa karena diundang dari rumah sendiri maka ia harus datang meskipun untuk itu ia harus membatalkan acara lain. Dikatakan oleh Djan Faridz bahwa pada periode lalu ia sebenarnya Wakil Ketua Dewan Pakar Ekonomi. Pada kepengurusan berikutnya tidak masuk dalam struktur kepengurusan DPP PPP karena beliau  akan maju sebagai calon Gubernur DKI. Dengan maksud supaya terlihat netral, maka – menurut pengakuannya – beliau dibebaskan dari PPP sehingga bisa mendapat partai pendukung yang lebih banyak.

“Jadi, mohon kawan-kawan mengerti, saya tidak duduk di PPP bukan karena saya tidak mau duduk dikepengurusan, tapi karena ada kebijakan dari partai untuk melepas saya supaya saya bisa lebih bebas melobi,” beber Djan Faridz yang masih menjabat Ketua PW NU DKI Jakarta itu.

“Saya dicalonkan PPP!”  Tegas Djan Faridz disambut tepuk tangan hadirin, ketika dengan ringan namun serius  Sekjen DPP PPP,  ‘Romy’ Romahurmuzy bertanya partai yang mencalonkan dirinya sebagai Menteri Perumahan Rakyat RI.

Djan Faridz lalu bercerita asal muasalnya ia diangkat sebagai Menteri Menurutnya, ia diminta oleh Ketua Umum DPP PPP untuk mengirimkan CV (curriculum vitae), namun karena ia menduga CV itu untuk keperluan Pilkada DKI maka CV itu ia kirim terlambat sehari, itu pun tidak dikirim langsung kepada Ketum PPP yang sedang berada di Cikeas (kediaman SBY)  tapi melalui ibu Lena (Ermalena). Keesokan harinya ia dipanggil oleh Ketum PPP yang meminta pendapatnya jika ia diusulkan oleh PPP untuk duduk dalam kabinet. Ia balik bertanya, bukankah Ketum PPP memintanya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI yang dijawab pula oleh Ketum PPP bahwa ini cuma seandainya saja, ya syukur diterima. “Kalau seandainya, itu kan belum pasti,” ujarnya. “ Akhirnya saya bilang ya bolehlah, silakan saja kalau Pak Ketua (SDA, red) mau ajukan,” imbuhnya.

Setelah Ketum PPP memajukan nama Djan Faridz, esok harinya ia ditelepon Sudi Silalahi (Mensesneg) yang mengatakan bahwa atas usulan dari PPP, Djan Faridz diminta untuk duduk di kabinet oleh Presiden. Maka esok harinya, Senin pagi, ia diminta untuk menghadap Presiden dan Presiden pada pagi itu (pukul 11.00 WIB) secara langsung memintanya secara resmi untuk duduk dalam kabinet membantu beliau (Presiden) sebagi Menteri Perumahan Rakyat.

“Sekarang saya tahu bahwa yang andai-andai itu ternyata tidak andai-andai, karena Presiden ngomongnya bener. Saya tidak menyangka, mungkin Tuhan berpendapat lain, saya ingin menjadi Gubernur tapi diberi Menteri,” ujar Djan Faridz yang disambut tepuk tangan hadirin.

(fiq/BP)

Posted in: SOROTAN