SILATURRAHMI CARA YANG PALING EFEKTIF

Posted on November 17, 2011

0


Dalam menghadapi Pemilu 2014 nanti, salah satu wakil ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Rasim Kusba menanggapinya dengan cara yang pertama harus melakukan konsolidasi partai mulai dari tingkat ranting sampai tingkat DPC, kemudian yang kedua dengan cara menjalin tali silaturrahmi, dan yang ketiga kapasitas saya sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor saya harus mampu untuk mengaktualisasikan kepentingan-kepentingan masyarakat sehingga ini menjadikan satu poin tersendiri bahwa aspirasi yang dilakukan PPP bisa terealisasikan.

“Kita harus segera turun kebawah saat ini, sehingga kita bisa mendengar langsung aspirasi masyarakat dibawah, tanpa kita turun kebawah mustahil kita akan bisa meraih suara, tapi kalau kita melakukannya dengan membuat kegiatan yang positif, saya kira akan menjadi sebuah catatan tersendiri bagi masyarakat ternyata kader PPP masih peduli terhadap masyarakat, jadi bagi saya turba pun cara yang paling efektif untuk membesakan PPP.” Ujar kang Rasim saat ditemui wartawan Media Bina Persatuan di kantor DPC (24/9).

Turba itu penting dan juga kunci kesuksesan, makanya banyak agenda atau program kerja DPC PPP Kabupaten Bogor yang ditujukan kepada kader partai untuk turun kebawah yang salah satunya adalah Saling (Sabtu keliling), juga kegiatan-kegiatan pengajian yang akan mampu mengakomodir seluruh potensi yang ada dibawah. “Mereka sudah tahu PPP, tapi bagaimana caranya mereka bisa kembali ke PPP rumah besar umat islam, ini yang lebih penting.” Ujarnya.

Menghadapi tantangan untuk pemilu 2014 nanti tidak bisa mengandalkan internal partai saja karena banyak elemen lain diluar partai yang juga perlu kita rekrut, pertama terkait dengan jajaran pemerintah walaupun secara UU PNS itu netral tapikan mereka mempunyai hak pilih, hal inilah yang perlu kita siasati dengan situasi Bupati Bogor itu adalah kader PPP, ini adalah momentum yang tepat bagaimana kita bisa membangun komunikasi kepada kepala-kepala desa terutama membangun komunikasi di tingkat partai mulai dari pengurus ranting sampai keatasnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Bogor ini juga menambahkan “Untuk menjaga eksistensi partai, jajaran pengurus partai harus bisa membangun komunikasi di semua tingkatan juga harus punya rasa memiliki, paham, dan peduli kepada sekeliling kita, menjadi pengurus partai jangan hanya diam saja tapi harus bekerja totalitas untuk partai supaya program partai dapat direalisasikan, juga punya rasa tanggung jawab pengembangan program konsolidasi agar PPP tetap bisa menjaga eksistensinya ditengah-tengah hegemony partai yang besar.” Tambahnya.

Kang Rasim juga berharap kepada kepengurusan DPP PPP yang baru saja dilantik agar lebih dekat lagi kepada kader dan berani turun kebawah. “Walau bagaimana pun juga pengurus pusat  punya peran penting dalam parameter politik nasional, oleh karena itu mereka harus bisa meluangkan waktu dan sering membuat kegiatan ke masing-masing wilayah supaya langsung menyentuh kepada kader dan masyarakat sekitar, ini juga akan menjadi suatu kebanggaan di masing-masing pengurus pada semua tingkatan.” Harapan kang Rasim.

Pengurus DPP PPP juga harus tahu keberadaan dan peta politik di setiap daerah baik kabupaten maupun kota di republik ini, bagaimana daerah basah dan bagaimana daerah yang kering mereka harus paham, untuk itu ketika daerah-daerah mengadakan kegiatan tidak harus Ketua Umum yang hadir minimal ada perwakilan dari DPP yang mau hadir. “Pengurus pusat juga harus punya prinsip tiada hari tanpa kegiatan partai, ini yang dilakukan oleh DPC PPP Kabupaten Bogor, sehingga ada pengakuan di daerah ini ternyata kita diperhatikan oleh DPP.” Imbuhnya.

PPP sebagai partai yang berazaskan islam juga harus bisa menjaga kebesaran jati dirinya yaitu dengan cara kawan-kawan yang di parlemen harus bisa dan sering mengangkat aqidah islam, sehingga ketika kita melakukan hal-hal yang non konstitusional tentunya kita bisa mengevaluasi bahwa kita ini orang partai islam yang tidak boleh melakukan hal-hal diluar aturan islam. “Yang penting adalah kita harus selalu mengingat bahwa kita ini dari partai islam, jadi ketika kita melakukan sesuatu yang negatif kita ingat bahwa islam tidak mengajarkan seperti ini, jadi kebesaran partai juga sangat ditentukan kepada wakil-wakil kita yang ada di parlemen bagaimana dia dalam rangka bisa mengambil kebijakan-kebijakan,” Ujar kang Rasim.

-irvan-

 

About these ads
Posted in: PPP DAERAH